Nasyarobby.com ::..
Rubrik : Berita
Penipuan: Rela wajah ditato demi diterima jadi PNS
2008-10-15 23:00:30 - by : nasyarobby

Dua pencari kerja, Nanang, 35 tahun, warga Desa Kalirejo dan Bambang,
40 tahun, warga Desa Mulyoagung keduanya di Kecamatan Bojonegoro, Jawa
Timur, rela wajahnya ditato setelah dijanjikan bisa diterima menjadi
Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Yang memberi janji bisa diterima menjadi PNS dengan syarat wajah
ditato adalah Kades Mulyoagung, Wiyono," kata Kapolsek Kota Bojonegoro,
AKP Supriyono, Sabtu.

Keduanya mengadu ke Polsek Kota Bojonegoro, Jumat (10/10) malam hari
dengan wajah penuh tato gambar ular naga. "Gambar tatonya memenuhi
wajahnya," katanya.

Menurut Supriyono, keduanya mentato wajahnya dengan meminta bantuan
seorang tukang tato di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander. Proses
pembuatan tato disepakati biayanya Rp5 juta per orang, tetapi hingga
kini belum dibayar.

Dari hasil pengusutan polisi, terungkap sehari sebelumnya keduanya
ditawari Wiyono bisa diterima menjadi PNS di jajaran Pemkab Bojonegoro
yang penerimaannya akan dilaksanakan Oktober ini dengan syarat wajahnya
harus ditato.

Menurut Supriyono, Kades Wiyono yang dimintai keterangan polisi mengaku
sebelumnya mendapatkan telepon dari orang yang mengaku Asisten I
Sekretariat Kabupaten Bidang Hukum dan Pemerintahan Bojonegoro,
Kamsoeni, yang minta dicarikan orang dalam penerimaan PNS.

Dalam pesannya melalui telepon seluler itu, Wiyono diminta mencari
orang dengan syarat wajahnya harus ditato. Setelah itu, Wiyono bertemu
dengan Nanang dan Bambang yang menyampaikan tawaran itu.

"Kami masih mengusut terus kasus ini dan untuk sementara Wiyono dikenai wajib lapor, belum menjadi tersangka, " ujarnya.

Tetapi melihat perkembangan kasusnya kalau memang Asisten I, Kamsoeni
tidak pernah menelepon Wiyono, tidak tertutup kemungkinan yang
bersangkutan bisa menjadi tersangka dalam kasus ini.

Kapolsek Supriyono mengaku tidak tahu pasti penyebab kedua pencari
kerja tersebut bersedia ditato hanya diiming-iming bisa menjadi PNS.

"Kalau digendam saya kira kok tidak," katanya menegaskan. Sedangkan
Nanang dan Bambang, merasa dirinya tertipu setelah proses pembuatan
tato rampung dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi.

Sementara itu, Asisten I Setkab Bidang Hukum dan Pemerintahan, Kamsoeni
membantah pernah menelepon Kades Mulyoagung, Wiyono berkaitan dengan
penerimaan PNS.

Dia minta masyarakat waspada adanya iming-iming bisa diterima menjadi
PNS dan jika menyangkut seseorang diminta melakukan klarifikasi.


Sumber: Gatra


Mana ada PNS yang boleh pake tato. Dimana-mana udah jelas, namanya PNs nggak boleh tatto sama tindik. Kok dunia makin ga jelas ya... Halah...

Nasyarobby.com ::.. : http://www.nasyarobby.com
Versi Online : http://www.nasyarobby.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=14