Periksa Tampilan Websitemu (Bag.2)
Tulis komentar
Ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tampilan website berdasarkan resolusi, browser dan sistem operasi.
Kali ini kita bahas Flash, Javascript, dan CSS.
Flash... Loading... Loading...
Saya bukan pemakai flash, tapi bukan berarti saya tidak suka memakai flash. Hanya saja menggunakan flash sebagai media untuk menampilkan konten website sepertinya adalah hal yang harus yang pikir berkali-kali.
Menggunakan flash berarti browser yang digunakan oleh pengunjung harus flash-enabled. Ya, semua browser keluaran mutakhir men-support flash tanpa harus menginstal plugin terlebih dahulu. Tapi bagaimana dengan pengunjung yang membuka lewat browser handphone. Sebagian besar teman saya (yang tidak memiliki koneksi internet sendiri) menggunakan browser handphone untuk menjelajahi dunia maya.
Jangan membuat file flash yang terlalu besar. Kasihani kami yang tidak memiliki koneksi dengan bandwidth yang besar. Ya saya juga sebagai pengunjung kadang menutup lagi jendela browser karena loading file flash yang terlalu lama atau malah berhenti sama sekali di tengah-tengah. Menunggu adalah hal yang amat membosankan bagi pengunjung! Tampilan yang mantab dan elegan tapi amat sangat disayangkan apabila 3 dari 10 orang pengunjung website anda hanya sempat melihat tampilan script flash anda yang sedang loading.... Loading... Loading...
Jadi memakai flash itu dilarang?
Hahahaha..
Nggak lah... Pakailah flash untuk mempercantik website anda.
Apabila memang ingin menggunakan full flash untuk seluruh konten
website anda, setidaknya berilah versi alternatif website anda yang
tidak menggunkan flash, agar semua pengunjung bisa menikmati website
anda.
Javascript, enabled? disabled?
Apa jadinya website anda bila fasilitas javascript dimatikan? Hancur? Atau masih bisa dibaca dan diakses pengunjung?
Hindari penggunaan javascript untuk memproses tampilan utama website anda. Karena apabila terjadi kesalahan atau kode tidak selesai diloading, otomatis pengunjung tidak bisa membaca isi website anda. Selain itu, javascript yang digunakan harus cross-browser, jangan hanya cocok di satu-dua browser saja.
Sebagai contoh, website saya ini menggunakan AuraCMS 2.2.2. Permasalahannya ada pada Ajax. Ajax? Yup... Apabila javascript dimatikan, otomatis user tidak bisa memberikan komentar pada setiap artikel. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah untuk browser modern. Tapi sayang, masalah inilah yang menghadang di kala saya membuka website saya via mini opera di handphone. Saya kesulitan membuka news manager untuk melihat comment yang masuk. Saya masih mencoba untuk memodifikasi AuraCMS agar tidak menggunakan terlalu banyak ajax. Lagian, sepertinya halaman-halaman yang ber-ajax ini agak sulit untuk diindex oleh google.
CSS... Ini masalah koneksi internet
99%
website saya yakini menggunakan CSS. Selain kemudahannya dalam membuat
tampilan web anda lebih gaya dan dinamis, CSS juga sudah full
di-support oleh browser mana aja, bahkan browser pada handphone
(Kecuali browser keluaran pas era Yahoo!Mail masih ngasih kapasitas
inbox 6MB
)
Ok, jadi kenapa CSS juga dibahas? Seperti halnya Javascript, apabila kode gagal diload atau tidak selesai diload, akan memengaruhi tampilan website anda. Saya tidak terlalu memikirkan apakah tampilannya jadi hancur atau tidak, saya hanya memikirkan apakah isi konten masih bisa dibaca atau tidak.
Pada suatu kasus, website yang menggunakan CSS, menggunakan huruf berwarna putih dan background sebuah gambar dominan warna gelap. Dalam keadaan normal website itu bisa dibaca dengan baik dan benar. Tapi saat koneksi internet yang jelek, sehingga menyebabkan file CSS tidak bisa diakses (karena RTO dan lain-lain) saya TIDAK BISA MEMBACA SATU KATA PUN KECUALI DENGAN CARA MEMBLOK TEKS.
Ah, itu mah masalah koneksi bukan CSS...
Ya, itu memang masalah koneksi, tapi sayangnya inilah yang sering saya alami sebagai seorang pengunjung. Solusinya, gunakan warna teks dan background yang bisa dibaca secara bawaan/default dari file html yang diakses, baru kemudian gunakan CSS untuk mengubah hurufnya menjadi warna putih dan backgroundnya diganti dengan gambar yang diinginkan.
Rumusnya:
Dokumen HTML biasa yang bisa dibaca + CSS = Dokumen HTML yang elegan dan bisa dibaca
bukan
Dokumen HTML biasa yang tidak bisa dibaca + CSS = Dokumen HTML yang elegan dan bisa dibaca
Tools yang sering saya gunakan untuk mengecek javascript dan tampilan website tanpa CSS adalah Web Developer, add on untuk Firefox. Cukup dengan mengklik disabled CSS atau disabled javascript, saya sudah bisa melihat bagaimana tampilan website saya saat tidak memakai CSS dan javascript. Selain itu kita juga bisa menset ukuran jendela windows seolah-olah resolusi layarnya telah kita ubah.
Artikel ini ditulis dengan susah payah oleh Nasyarobby NP. Penyebarluasan dan penyalinan artikel ini diperbolehkan apabila mencantumkan link balik ke website ini.




Bookmark
kirim ke teman
versi cetak