Hands on: Samsung i5700 aka Galaxy Spica

Kamis, 9 September 2010 04:34:55 - oleh : nasyarobby

Nasyarobby Photoblog
Sudah ada 5 komentar di artikel ini. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar kamu di artikel ini. Jangan lupa juga untuk menulis alamat websitemu. :D
Tulis komentar

Akhirnya kesampean juga punya handphone basis android. Dengan dana cekak seadanya, akhirnya pilihan jatuh ke Samsung Galaxy Spica (i5700). Alasan: murah (alasan utama nih), udah banyak tips & trik buat modfikasinya di internet, dan terakhir : ini yang paling mengakomodir kebutuhan dan tidak mubazir fitur-fiturnya (siapa yang perlu kamera 8mp??? Halah...).

About The Phone's Hardware

Sekalian bahas spek, kita bahas sekalian plus minus setelah pake nie handphone 3 hari. Hp dalam keadaan belum dioprek/ditweak/diapa-apakan alias masih perawan asli dari pabrikan.

Prosesor: 800mhz Memory 128mb RAM

800mhz sebenarnya angka yang wah untuk smartphone berbasis android tapi sayangnya angka ini konon tidak satu skala dengan kinerjanya. Banyak yang mengatakan bahwa prosesor bertenaga 533mhz pada perangkat android lainnya masih jauh lebih baik daripada prosesor yang ada pada i5700 ini.

Well, kalo dilihat-lihat sie memang ada benarnya. Dalam beberapa kondisi terlihat i5700 tidak responsif, dan sedikit terjadi lag saat transisi layar atau saat berpindah aplikasi. Well, keseluruhan masih oke lah buat saya. *soalnya nggak bisa bandingkan dengan smartphone lain yang sejenis*

Screen 3.2" 320x240pixels Capacitive 65K Colors TFT

Layar 3.2 inchi menurut saya sudah cukup lebar *untuk kebutuhan saya seperti browsing, membuka dokumen*. Pas!

Bagaimana dengan multitouch? Well, sayangnya tidak bisa. Kernel Spica bawaan dari pabrik ini masih belum mensupport multitouch. Tapi tenang, hal ini bisa ditutupi dengan update kernel yang sudah mendukung multitouch.

Camera 3.2 MP with autofocus

Kamera dengan resolusi 3.2 megapixels sudah cukup besar dan masih bagus jika untuk dicetak dalam ukuran 6R (15,2cm x 21,6cm @300dpi). Apalagi kalo cuman untuk ukuran 4R. Kebanyakan orang mungkin terlalu terpaku pada besarnya MP, namun mengabaikan faktor kualitas optik kamera itu sendiri.

Jadi mari kita bahas ke kualitas gambar yang dihasilkan. Outdoor, tidak ada masalah yang berarti. Apalagi dalam keadaan cahaya berlimpah. Sedangkan untuk indoor, masih sedikit buram, namun tidak terlalu masalah, asal bisa-bisa saja menyiasatinya.

Satu lagi, tidak ada kamera depan, jadi jangan harap bisa video-call ya.

Connectivity GPS, Bluetooth 2.1, microUSB, wifi b/g, 3.5mm Audio Jack

Yup, spica sudah dilengkapi dengan A-GPS sehingga bisa dijadikan alat pemandu navigasi. Saat outdoor kecepatan lock satelitnya lumayan cepat. Namun saat indoor (waktu itu di dalam mall) sempat kesulitan melock satelit.

Bluetooth udah 2.1 jadi bisa pake support A2DP biar bisa pake headset bluetooth.

Network EDGE/UMTS/HSDPA 3.6Mbp

Yup... Udah HSDPA. Jadi kalo mau internetan bisa kencang. Tapi karena sekarang posisi lagi di daerah, jadi harus puas pake EDGE dulu.

Memory 200MB (internal) + MicroSD

Memory 200MB ini terbilang kecil karena android hingga versi 2.1 masih menggunakan memory internal untuk memasang aplikasi. Tapi hal ini bisa diatasi dengan fitur App2SD yaitu trik agar aplikasi yang dipasang terpasang pada SD card tapi tentunya dengan flashing dan update kernel spica.

Note: Saat pembelian didalam paket udah termasuk microSD 1GB.

Battery 1500mAh

Well, dalam 3 hari pemakaian ini, batere ini bisa bertahan untuk dipakai selama 13-14 jam untuk pemakaian normal (sms, telepon, browsing dikit-dikit). Tapi jujur, sepertinya membeli batere cadangan lebih baik agar pemakaian smartphone bisa optimal. Untuk apa smartphone tapi fitur-fiturnya dipakai sebatasnya demi mengirit batere?

Well, mungkin itu dulu reviewnya. Semoga buat yang berencana beli bisa jadi bahan pertimbangan buat beli nie hape. :)

Bookmark Bookmark | kirim ke teman kirim ke teman | cetak versi cetak

Tulisan lainnya pada kategori "My Blog"